Rahasia keberhasilan dan kemajuan adalah selamatkan sesuatu dari setiap kemunduran.
Ada 5 pedoman untuk membantu mengubah kemunduran menjadi kemajuan :
- Pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan.
- Miliki keberanian untuk menjadi kritikus diri sendiri yang konstruktif
- Berhenti menyalahkan nasib
- Gabungkan ketekunan dengan eksperimen
- Ingat ada sisi baik dalam setiap situasi
Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam diri saya adalah pengelolaan waktu.
Mengelola waktu adalah masalah klasik yang selalu dihadapi oleh siapapun yang ingin selalu lebih produktif, efektif, sekaligus lebih efisien. Sayangnya kita sering membuang waktu ketika membicarakan waktu. Waktu adalah komoditas yang abstrak. Ia akan terus berlalu dan tidak akan pernah kembali.
Yang saya alami selama ini adalah saya merasa sibuk sepanjang hari tetapi kemudian pulang dengan perasaan tidak mengerjakan apa-apa. Dan penyakit yang paling utama adalah suka menunda pekerjaan.
Sehingga dua hal itulah yang perlu diperbaiki dalam waktu dekat ini. Hal itu membutuhkan disiplin diri dalam melaksanakannya.
Suka Menunda (sumber http://www.hudzaifah.org/Article539.phtml )
Kebiasaan menunda memang tidak mudah ditinggalkan. Ia bak monster pelahap waktu dalam diri sendiri. Belajar dan latihan sejak sekarang adalah solusinya. Bila tidak, kita akan selalu berada pada kondisi kritis, melakukan pekerjaan terburu-buru karena desakan waktu, kehilangan fokus dan prioritas, bahkan sangat mungkin Anda mengalami distress.
Saran praktis:
Pertama, latihlah diri Anda terbiasa melakukan pekerjaan prioritas, tapi relatif kurang menyenang. Bila selesai berilah penghargaan pada diri Anda ( misalnya istirahat, rekreasi, dan lain-lain). Setelah itu lakukan pekerjaan yang Anda sukai.
Kedua, biasakan memiliki agenda atau time schedule dan berusaha untuk komit atas rencana yang telah dibuat. Kunci untuk menetapkan prioritas dalam bekerja adalah menanyakan pada diri sendiri apa untungnya bagi saya melakukan hal ini? Apa hubungannya dengan sasaran jangka panjang?
Ketiga, membuat prioritas dan waktu (deadline). Perlu dipahami bahwa membuat prioritas berarti kita membuat tingkatan kepentingan (grade of importance) dari masing-masing aktifitas yang harus dilaksanakan. Sebagian orang mengartikan prioritas sebagai memesan jumlah waktu untuk menyelesaikan tugas tertentu. Buatlah prioritas setiap harinya dan dirinci setiap jam. Lakukan yang terpenting terlebih dahulu. Jika Anda anggap semua penting, menunjukkan tidak ada yang penting.
Pikiran yang tidak dilatih untuk melakukan "one at time" tidak akan menghasilkan kepuasan maksimal. Apapun profesi kita, kalau kita tidak memberikan segenap pemikiran, hasrat dan upaya yang kita miliki hasilnya umumnya hanya akan rata-rata.
Oleh karena itu mulai saat ini saya harus menentukan prioritas dalam kehidupan saya.
Inti dari penentuan prioritas adalah tingkat pentingnya sebuah pekerjaan dan tingkat urgensinya. Dibagan ini, ada bagian yang penting dan mendesak, penting - tidak mendesak, mendesak - tidak penting dan tidak penting – tidak mendesak.

Seperti dalam bagan tersebut diatas, disarankan untuk memprioritaskan hal-hal yang penting dan mendesak, lalu disusul oleh hal-hal mendesak walau tidak penting, diikuti hal-hal yang penting walau tidak mendesak. Berikutnya, tinggalkan semua sampah dan pengganggu pada bagian yang tidak penting dan tidak mendesak.
Untuk saat ini hal yang menurut saya termasuk hal tidak penting dan tidak mendesak di antaranya adalah :
1. Menonton televisi
2. Memasuki online forum, seperti facebook, friendster, dan berbagai online forum lainnya
3. Mengobrol untuk hal-hal yang tidak bermanfaat
Saat ini saya harus memprioritaskan diri pada hal-hal yang penting dan mendesak, demi kemajuan dalam kehidupan di masa depan.
"Only I can change my life. No one can do it for me." - Carol Burnett-
Kata kuncinya adalah Fokus dan Disiplin Diri....
