19 Februari 2010

Memulai Hari Yang Baru


SESUATU AKAN TERJADI - mungkin dalam beberapa hari - yang akan mengubah dunia anda. Namun anda belum dapat melihatnya. Anda tidak tahu apa itu. Namun, sesuatu itu ada di sana, bergulir menuju anda tanpa bisa dihentikan, ditakdirkan untuk menempatkan anda pada posisi yang tidak anda harapkan. Bisa terjadi cepat atau lambat - tetapi PASTI AKAN TERJADI.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, muncul pertanyaan dari dalam diri.
Apakah aku siap? Apakah kejadian atau hal tak terduga itu akan memperburuk keadaan dengan membuatku merasa kehilangan kendali? Ataukah aku akan melihatnya sebagai peluang kreatif baru yang akan membawa anda ke tingkat ekspresi dan kontribusi selanjutnya?
Bagaimana aku mempersiapkan diri untuk menghadapi kejutan yang akan diberikan oleh pengalaman baru itu?

Setelah lama berdialog dengan diri, muncul jawaban yang sudah kuduga sebelumnya.
Aku belum siap... Aku tidak tahu apa yang bisa diperbuat keadaan itu terhadap diriku.
Kenapa? Karena aku terlalu terlena pada posisi nyaman yang selama ini kurasakan. Kurangnya disiplin diri, selalu menunda-nunda hal yang seharusnya segera kukerjakan. Semua rencana program yang sudah aku susun tertunda karena alasan yang aku reka-reka sendiri. Kebodohanku ini akan membawa akibat yang akan merugikan aku sendiri di masa depan.
Setiap hari aku kelihatan sibuk dan lelah, tapi ternyata aku tidak memperhitungkan tingkat prioritas pekerjaan yang aku kerjakan. Ternyata aku sibuk mengerjakan hal-hal yang aku anggap penting, tapi tidak mendesak untuk dikerjakan. Padahal ada hal lain yang penting dan sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

Semakin dalam aku menyadari kesalahan ini, aku semakin takut akan hasil panen yang akan kupetik di masa depan nanti. Tapi aku sadar semua ini adalah tanggung jawabku. Aku bersalah atas segala hal yang telah aku perbuat terhadap diriku sendiri, yang bahkan akan berdampak pada orang-orang yang aku cintai.

(Menarik nafas dalam 2, 3 kali sehingga pikiran, perasaan dan hati ini selaras, lalu aku berkata kepada diri....)

Ya, dalam hidup ini, aku telah berbuat kesalahan...
Ya, dalam hidup ini, aku telah berbuat kekeliruan...
Ya, dalam hidup ini, aku mungkin saja tergelincir...
Karena aku manusia yang masih terdiri dari daging dan darah.
Yang mungkin sekali bisa salah...
Yang mungkin sekali bisa keliru...
Yang mungkin sekali bisa tergelincir...
Yang terpenting adalah :
"Mohon ampun kepada Sang Pencipta dan akui bahwa akulah yang salah...

Aku meminta maaf pada diri ini, atas segala yang telah kuperbuat padanya...
Aku minta tolong padanya untuk terus mendukung aku, saling bekerja sama untuk kemajuan diri bersama...
Ingatkan di saat aku berbuat kesalahan, dukung aku untuk berbuat yang terbaik...

Yang penting adalah selalu eling, mawas diri akan apa yang telah diperbuat, kemudian terus bergerak maju untuk melakukan perbaikan...
Untuk ke depan, aku akan menghilangkan segala rasa malas, segala penundaan, aku harus bangkit dan berjuang demi perbaikan....

Lebih baik untuk diri sendiri...
Lebih baik untuk keluargaku...
Lebih baik untuk orang yang aku cintai...
Lebih baik untuk saudaraku...
Lebih baik untuk sahabatku...
Lebih baik untuk orang lain...
Lebih baik untuk lingkunganku...

Langkah yang harus aku ambil secepatnya :
Program Pembenahan diri yang telah aku buat sebelumnya, segera dilaksanakan, dan sudah dimulai sejak hari ini...
Proyek-proyek kerja yang sedang dalam proses saat ini segera di lanjutkan, dengan memperhitungkan aspek prioritas dalam penggunaan waktu. Agar pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien sehingga dalam mencapai hasil yang memuaskan.

Ya Allah, ampunilah segala kesalahan yang telah aku perbuat. Ridhoilah segala langkah yang aku lakukan dalam kehidupanku ini. Berilah kemudahan, berilah kejernihan hati dan pikiran, berilah petunjuk agar aku bisa melakukan yang terbaik yang sesuai dengan apa yang Engkau harapkan. Kasihi dan sayangilah hamba-Mu ini Ya Allah...
Dengan segala kemantapan hati, aku memulai hari ini dengan menyebut nama-Mu dalam setiap langkah perbuatanku ya Allah... Bismillaahirrahmanirrahiim....

"Hiduplah Sukses Menurut Penilaian Allah, bukan Penilaian Manusia"
Aljas Hammar Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar