16 Juli 2009

Ambil Keputusan Untuk Bahagia...


Loh bukannya kebahagiaan itu tergantung dari situasi, pada segala sesuatu yang menimpa diri kita, pada apa yang kita peroleh, pada apakah keinginan kita terpenuhi atau tidak? Banyak orang menunggu keadaan berjalan sesuai dengan semua yang mereka inginkan, baru bisa bahagia. Mereka menunggu sampai situasi mengizinkan mereka untuk bahagia. Alhasil kebanyakan dari mereka akhirnya justru tidak pernah merasa bahagia karena ternyata ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai dengan yang mereka inginkan. Itulah yang normalnya terjadi pada kebanyakan orang.

Cara Gila untuk Bahagia

Nah sekarang mari kita menjadi orang yang tidak normal. Kalau melakukan hal normal dengan cara normal, anda akan mendapatkan hasil normal dan yang sudah biasa anda dapatkan. Kalau anda melakukan hal yang tidak biasa dengan cara yang tidak normal, maka akan tercipta hasil yang tidak biasa kan? Kalo orang yang tidak normal mereka memutuskan untuk menjadi bahagia dulu untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Waduh apaan lagi ini? Gila... Apakah tidak terlalu percaya diri, kok bisa-bisanya muncul ide untuk memutuskan bahagia dalam situasi yang tidak menguntungkan. Jawabnya, Betul… Memang gila, katanya tadi pengen hasil yang tidak normal hehe...

Setiap hari kita menyaksikan banyak orang memutuskan dan mengambil tindakan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Bahagia, mengeluh, marah, kesal, frustasi dan lainnya adalah soal keputusan. Kita berhak memutuskan sendiri respons seperti apa yang kita berikan terhadap berbagai situasi atau hasil yang kita peroleh. Kita yang memegang kendali pikiran kita.

Jadi 'Pilot' untuk 'Kapal" pikiran kita

Nah apa lagi ini, kok bisa memegang kendali pikiran... Masing-masing dari kita punya 'pilot otomatis' yang kita serahi segala kepercayaan untuk menjalankan hidup kita. Kita menyebutnya 'kebiasaan'. Beberapa dari kita percaya 100% pada kebiasaan untuk membawa kita ke manapun ia suka. Beberapa melakukan evaluasi arah dan penyesuaian yang dianggap perlu.

Jadi disini ada peran alam 'sadar' dan 'bawah sadar' yang bisa kita simbolkan sebagai kapten dan kapalnya. Bawah sadar sebagai kapal penuh dengan berbagai sumber daya untuk mengantar anda ke tujuan, baik yang sudah anda sadari dan hidupi, maupun yang belum. Sementara alam sadar sebagai sang kapten adalah yang mengendalikan kapal. Kapal mengikuti instruksi sang kapten, apapun instruksinya termasuk akan berjalan secara otomatis apabila diberi instruksi 'pilot otomatis'.

Kita adalah makhluk kebiasaan, melakukan apa yang sudah kita yakini bagus atau benar. Tidak ada salahnya dengan hal ini, kalau memang hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Yang jadi masalah kalo kebiasaan itu ternyata tidak memberi hasil yang kita inginkan, tidak bermanfaat. Seperti kapan yang hanya karena sudah terbiasa berjalan lurus, saat ketemu gunung es, kapal kita biarkan berjalan lurus. Akhirnya malapetaka jadinya...

Misalnya pada suatu kejadian anda berkata "Ah! Tidak usah dipikirin. Nanti, kalau sedang tidak dipikirin, juga inget sendiri!" Bawah sadar kita akan memberikan hasil persis seperti itu. Saat anda tidak memikirkannya, ia meloncat ke kesadaran anda, dan kemudian anda mengatakan "Tuh, kan!". Yang tidak anda sadari anda memberi instruksi ke kapal untuk lupa dan kemudian memunculkannya hanya saat tidak sedang anda pikirkan.

Kenapa anda tidak mengatakan, "Ingat!" dan membiarkan kapal anda bekerja menelusuri jalur sesuai itu? Kenapa tidak anda katakan, "Saya mengingatnya sekarang!" dan membuat bawah sadar anda menggali berbagai informasi yang pernah ia simpan untuk anda.

Anda yang Memutuskan...!

Yang anda capai atau tidak capai sekarang adalah hasil dari keputusan anda. Selalu ada titik dimana anda membuat keputusan tindakan! Suka atau tidak.Perbedaan orang yang efektif dan yang tidak, terletak pada keputusan yang mereka buat. Orang yang belum mendapatkan hasil yang dia inginkan, itu hanya karena anda belum memutuskan untuk mendapatkannya. Jika anda belum bahagia, itu karena anda belum memutuskan untuk bahagia. Berhati-hati terhadap pemikiran anda, baik anda lakukan secara sadar atau bawah sadar semua yang ada pikirkan efeknya bagai sihir. Apakah anda berfikir untuk mendapatkan hari baik atau buruk, keduanya terkabulkan. Kalau anda bisa memilih, kenapa tidak membuat keputusan yang membahagiakan? Kenapa kita menyabotase kebahagiaan kita sendiri?

Ingat pada saat anda mulai bangun pagi dan berkata, "Hidup benar-benar susah!", atau bertanya, "Kesialan apa lagi yang akan saya alami hari ini?" Hati-hati terhadap pikiran anda! Kenapa tidak mulai dari sekarang anda bangun bagi dan berkata, "hari ini akan jadi hari yang luar biasa" atau" Kesuksesan apa lagi yang akan saya alami hari ini?"

Pilih mau jadi Penyebab atau menjadi Akibat

Keputusan untuk bahagia datang dari dalam dunia internal kita, bukan eksternal. Sungguh menyedihkan kalau harus mewajibkan segala situasi selalu sesuai dengan keinginan dan ukuran mereka. Yang membuat mereka langsung mencari siapa yang bertanggung jawab atas kebahagiaannya jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Jadilah seorang penyebab, ambil kendali keputusan pikiran dan tindakan anda.

"Jadi putuskan kebahagiaan anda setiap hari segera setelah bangun dari tidur! Bahagia adalah sebuah keputusan!"

Gambar diperoleh dari sini...

Dikutip dari : Be Happy! Get What You Want!, Hingdranata Nikolay

Aljas Hammar Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar