07 Desember 2009

Disiplin Diri - Acceptance (Pilar I)


Melanjutkan obrolan yang kemarin mengenai membangun disiplin diri, bahwa menurut Steve Pavlina dalam membangun disiplin ada 5 pilar yang menopangnya.

Pilar yang pertama adalah Acceptance (Menerima), yang dimaksudkan di sini adalah melihat kenyataan secara akurat dan mengetahui secara sadar kondisi yang terjadi pada diri kita.
Saat kita mengalami kesulitan dalam kehidupan, besar kemungkinan akar masalahnya adalah kegagalan untuk melihat kenyataan apa adanya.

Kesalahan utama berkaitan dengan mendisiplinkan diri adalah gagal untuk melihat secara akurat untuk kemudian menerima kondisi mereka saat ini. Seperti yang telah disebutkan pada artikel yang lalu, bahwa melatih kedisiplinan diri adalah ibarat berlatih mengangkat beban. Sehingga jika ingin sukses dalam berlatih menghadapi tantangan untuk mendisiplinkan diri, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu seberapa besar beban yang mampu kita angkat saat ini? Seberapa kuat disiplinmu saat ini? Tantangan mana yang mudah bagimu dan mana yang kelihatannya mustahil?

Coba lihat kegiatan yang kamu lakukan sehari-hari, dan amati dengan baik kondisimu :
  • Apakah kamu bangun pagi? jam berapa kamu bangun pagi?
  • Bagaimana dengan kondisi berat badanmu? Apakah dalam kondisi overweight?
  • Apakah kamu mengalami kecanduan terhadap sesuatu, seperti rokok, kopi, gula dsb?
  • Lihat inbox emailmu, dalam keadaan kosong atau penuh?
  • Lihat kantor dan meja kerjamu, dalam kondisi rapi atau berantakan?
  • Bagaimana kondisi tempat tinggalmu?
  • Berapa banyak waktumu yang tersia-sia dan terbuang percuma?
  • Apakah kamu selalu menepati janji-janjimu?
  • Bisakah kamu berpuasa secara penuh?
  • Sempatkah kamu melakukan olahraga?
  • Kapan terakhir kali kamu menghadapi tantangan fisik yang benar-benar menantang?
  • Berapa jam dalam waktu kerja di mana kamu benar-benar fokus dalam mengerjakan semua pekerjaanmu?
  • Lihat daftar kerja harianmu? Berapa banyak yang sudah kadaluwarsa?
  • Apakah kamu mempunyai visi/impian yang jelas dan tertulis? Apakah kamu mempunyai rencana untuk menulisnya?
  • Berapa jam sehari kamu menonton televisi? sanggupkan kamu untuk tidak menonton televisi selama 30 hari?
  • Bagaimana penampilanmu saat ini? Menurutmu apakah sudah mencerminkan kedisiplinan dirimu?
  • Kapan kamu terakhir kali memutuskan untuk memulai suatu kebiasaan baru yang baik, dan menghentikan kebiasaan burukmu?
  • Apakah kamu saat ini berhutang? Menurut kamu apakah itu sebagai modal kerja atau kesalahan semata?
  • Apa pencapaian terbesarmu? kapan terakhir kali kamu mencapainya?
  • Bisakah kamu menceritakan apa yang akan kamu kerjakan esok hari? minggu depan?
  • Dalam skala 1-10, kira-kira menurutmu dalam skala berapa kedisiplinan dirimu saat ini?
  • Kira-kira apa yang bisa kamu capai dan rasakan jika kamu bisa menjawab pertanyaan barusan dengan skala 9-10?
Dalam melatih kedisiplinan diri, tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru dan berusaha untuk mengubah semuanya secara sekaligus. Sama dengan halnya melatih otot, latihan kedisiplinan juga terdiri dari berbagai macam bagian, seperti kedisiplinan dalam jam tidur, dalam bekerja, dalam berolahraga, mengatur makanan dan sebagainya. Dan tiap-tiap latihan membutuhkan strategi yang berbeda-beda.

Cobalah amati dan rasakan, kelemahan kamu yang utama itu di bagian yang mana? Sadari dan terima posisi kamu saat ini, dan kemudian atur program latihan untuk mengatasi kelemahanmu ini. Tanpa menerima kondisi dirimu, maka semuanya akan menjadi sia-sia karena hanya akan mendapatkan penyangkalan atau keacuhan, sehingga kamu tidak akan tahu seberapa tingkat disiplinmu saat ini. Yang mengakibatkan kita akan berada dalam cara pandang yang salah, entah terlalu pesimis atau optimis tentang kemampuan kita.

Terlalu pesimis sehingga kita hanya mengambil tantang yang ringan-ringan saja atau terlalu optimis sehingga kita terus berusaha mengangkat beban yang terlalu berat, yang mengakibatkan akhirnya kita putus asa dan menyerah.
Sebagai contoh misalnya kamu biasa untuk bangun tidur jam 10 pagi, apakah mungkin tiba-tiba kamu ingin sukses untuk bangun jam 5 pagi dengan sekejap? Kemungkinan besar kamu tidak akan berhasil... Mulailah dengan yang mudah dulu. Coba mulai dengan mencoba untuk bangun jam 9 pagi dulu, setelah berhasil untuk beberapa hari.... kemudian terus tingkatkan secara progresif sehingga akhirnya kamu sukses untuk bangun di jam 5 pagi... Hal itu akan mempermudah usahamu dan lebih memperbesar kemungkinan untuk berhasil.

Terakhir cobalah bayangkan apa yang bisa kamu peroleh dalam kehidupanmu dalam 5 - 10 tahun ke depan, saat berhasil mencapai kemajuan dalam kedisiplinan dirimu.
Melatih disiplin diri memang bukan hal yang mudah, tapi cukup berharga untuk dilatih dan diperjuangkan.

Jadi langkah awalnya adalah terima dirimu apa adanya, meskipun hal itu pahit bagimu. Ikhlaskan diri untuk menghadapi dan memperbaikinya. Kamu tidak akan menjadi lebih baik dan berkembang tanpa menerima keadaanmu yang sebenarnya saat ini.

Hanya menunggu perubahan tidak akan mengubah apa-apa. Kitalah yang harus melakukan tindakan nyata untuk membuat perubahan. Mulailah dari dirimu sendiri.

Salam Bahagia
Hammar
Aljas Hammar Web Developer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar